DASAR DASAR ISLAM AL MAUDUDI PDF

adminComment(0)

Dasar-Dasar Islam by Abul A'la al-Maududi. Published by Pustaka in dasar-dasar ajaran Islam yang diakui pada umumnya, tetapi tidak menutup pintu Pemikiran Politik Islam Abul Ala Al-Maududi dengan Pemikiran dan Gerakan. Al-Maududi - Asas-asas borgtordersgaga.cf Cargado por Al Download as PDF, TXT or read online from Scribd. Flag for Al Aiman · Al Maududi Dasar Dasar Islam.


Dasar Dasar Islam Al Maududi Pdf

Author:LOREE REAGLE
Language:English, Portuguese, Dutch
Country:Grenada
Genre:Science & Research
Pages:588
Published (Last):16.01.2016
ISBN:684-4-62613-244-5
ePub File Size:18.49 MB
PDF File Size:8.31 MB
Distribution:Free* [*Register to download]
Downloads:50577
Uploaded by: TRESA

Sign in. Loading. Beliau juga telah menulis buku bertajuk al-Jihad fi al-Islam ("Jihad dalam Maulana Maududi mahu melaksanakan dasar-dasar Islam yang syumul, Islam. Books of Abul A'la al-Maududi ( Kb zip). Islam Dasar-dasar Islam ( Kb pdf) Tanggungjawab Pemuda Islam Hari Ini ( Kb pdf).

Beliau mengemukakan penyelesaian Islam dan Islam ada jawapan bagi setiap permasalahan masyarakat Islam yang dijajah.

The Islamic Way Of Life

Matlamat pusat pendidikan ini ialah melahirkan pelajar yang mempunyai falsafah politik Islam. Maulana Maududi mengkritik habis konsep-konsep Barat seperti nationalisme , pluralisme and feminisme di mana semua idea ini adalah alat Barat untuk menjajah umat Islam. Beliau mencadangkan dunia Islam berdikari , jihad "berjuang" sehingga berjaya menegakkan negara Islam yang syumul. Maududi telah menterjemah dan mentafsir Qur'an ke bahasa Urdu dan menulis banyak artikel berkenaan udang-undang Islam dan kebudayaan masyarakat Islam.

Tindakan Politik[ sunting sunting sumber ] Tahun , Maulana Maududi mengasaskan pertubuhan Jamaat-e-Islami untuk mengembangkan Islam sebagai satu cara hidup di Asia Selatan. Beliau terpilih sebagai Presiden Jamaat dan sekali lagi terpilih sehingga dan bersara dengan alasan kesihatan. Maududi tidak menyokong idea penubuhan negara Pakistan sebuah negara Islam yang terpisah daripada India. Beliau mula membina negara dan masyarakat Islam yang ideal sebagaimana wawasannya dahulu.

Beliau tidak senang dengan dasar sekular dan mahu pemimpin Pakistan yang komited Islamik. Maka Maulana Maududi ditahan dan dipenjarakan berikutan ucapan dan tulisannya yang mahukan Islam tulen. Tahun , risalah Maulana Maududi disebarkan yang mengkritik Ahmadiah sebagai tidak Islamik. Akhirnya menimbulkan rusuhan dan tunjuk perasaan di Pakistan.

Mahkamah tentera menjatuhi hukuman mati ke atas beliau. Beliau enggan merayu dan rela menerima ketentuan daripada Allah. Sebaliknya merayu dibebaskan berucap. Namun kemudian kerajaan tentera tidak melaksanakan hukuman mati ke atas beliau. Maulana Maududi mahu melaksanakan dasar-dasar Islam yang syumul, Islam sebagai cara hidup dan menolak cara hidup Barat. Islam adalah satu agama lengkap untuk umat Islam. Umat Islam mestilah menjadikan al Quran sebagai rujukan dan mengikut semua aspek kehidupan Nabi Muhamad.

Konsep ini merupakan alasan utama beliau menentang perpisahan Pakistan daripada India. Baginya Islam boleh hidup, berkembang dan berkreasi di mana sahaja. Maulana Maududi mentafsir agama sebagai satu cara hidup dan ruang lingkup yang sempurna untuk semua aktiviti manusia.

Tiada pemisahan antara dunia dan akhirat, antara orang Islam dengan bukan Islam. Beliau menentang konsep agama adalah milik peribadi , satu dasar sekular. Baginya agama adalah refleksi daripada masyarakat. Beliau mahu undang-undang Syariah dilaksanakan bagi semua rakyat , menggantikan undang-undang sivil yang tidak Islamik dan melaksanakan undang-undang jenayah hudud.

Isi kandungan

Maulana Maududi mengembara pada dan untuk mengembangkan Islam ke seluruh dunia. Beliau mengerjakan haji dan membuat penyelidikan di Saudi Arabia , Jordan termasuk Jerusalem , Syria dan Mesir antara dan menggesa al Quran diangkat sebagai panduan utama. Jenazahnya dikebumikan di Buffalo, tapi batu nesan peringatan dibina di Ichra di Lahore oleh pengikut setianya. Ini adalah asas perbezaan antara Islam dengan Jahiliah.

Beliau menyatakan umat Islam hendaklah berjihad sebagai satu strategi pembangunan umat. Seluruh makhluk baik di langit dan di bumi adalah hamba-Nya, dan Dia-lah yang mengatur segalanya.

The Islamic Way Of Life

Jika pemerintahan hanya milik Allah, maka memilih pemimpin tidak bisa dilakukan kecuali di dalam negara yang menganut hukum Allah. Manusia wajib berserah diri dan menerimanya berdasarkan asas tersebut.

Kedua, keharusan mentaati nabi dan keputusan beliau sebagai pelaksana dan wakil otoritas tertinggi pemimpin yang mutlak, Allah. Ketiga, bahwa hukum yang berisi ketetapan halal dan haram di seluruh bidang kehidupan adalah hukum Allah, yang menghapus seluruh hukum dunia yang dibuat manusia. Manusia sebagai hamba tidak punya hak bertanya dan berdialog mengenai hukum-hukum Allah; apa yang diharamkan-Nya menjadi haram, apa yang dihalalkan-Nya menjadi halal, karena Dia adalah Penguasa segala sesuatu, dan Dia melakukan apapun yang dikehendaki-Nya.

Tidak ada seorang pun yang boleh memaksakan perintah kepada sekelompok manusia sepertinya agar mereka patuh kepadanya, atau menetapkan undang-undang agar mereka tunduk dan mengikutinya, hanya Allah yang berhak melakukannya, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu. Ketiga, bangunan negara Islam tidak didasarkan kecuali hanya kepada hukum Allah yang dibawa oleh Rasulullah dari sisi-Nya, yaitu hukum yang tetap, tidak berubah, meskipun keadaan dan zaman berubah.

Selain itu, negara tidak boleh dipatuhi kecuali jika menerapkan hukum Allah dan melaksanakan seluruh perintah-Nya atas makhluk-makhluk-Nya. Sekularisme berarti pelepasan agama dari kehidupan sosial individu dan membatasinya hanya antara hamba dan Tuhannya. Sementara nasionalisme merupakan sistem yang berpijak pada maslahat suatu umat dan keinginan-keinginannya tanpa melihat maslahat umat-umat yang lain, akibatnya perang antarbangsa tidak bisa dielakkan, kehancuran bagi bangsa yang kalah, tidak ada tempat bagi bangsa yang lemah.

Sistem-sistem ini, menurut al-Maududi, seluruhnya menolak pemerintahan Allah, yang membuat manusia tunduk kepada syahwat dan keinginan duniawinya, juga membuat masyarakat tunduk kepada hawa nafsu dan kepentingannya.

Bagi mereka, teks bukan untuk diperdebatkan dan didialogkan, tetapi untuk diterapkan dan dilaksanakan. Keempat, ketidakmungkinan akal melawan otoritas teks, juga ketidakmungkinan melakukan interpretasi-interpretasi berbeda yang berlandaskan pada argumen rasional dan pengamatan inderawi.

Títulos relacionados

Kelima, mengubah pendapat menjadi fanatisme yang tak mudah goyah meskipun di hadapannya terdapat puluhan argumen rasional yang berlawanan, sehingga dialog yang dilakukan berubah menjadi perdebatan emosional yang mengedepankan pandangan-pandangan subyektif dan asumtif.

Kitab Allah atau kitab undang-undang pemerintah? Tidak ada celah untuk mencari jalan tengah di antara dua hal yang saling berlawanan itu, atau berpindah dari yang satu kepada yang lain secara bertahap: yang baik bersifat mutlak dan yang buruk bersifat mutlak, yang hak bersifat mutlak dan yang batil bersifat mutlak. Tidak ada tempat untuk sikap-sikap semu penuh keraguan.

Hubungan antara keduanya adalah hubungan pertentangan tanpa penengah atau mediasi. Eksistensi salah satu pihak tergantung pada raibnya pihak yang lain.

Tegaknya kebatilan adalah raibnya kebenaran. Karena itu, pertentangan antara kelompok-kelompok keagamaan dan otoritas negara yang berkuasa, masing-masing pihak menunggu kesempatan untuk menyerang pihak lainnya dan berupaya menggagalkan rencana-rencananya.

Kalau otoritas negara lebih kuat, maka tekanan dan pemaksaan akan selalu datang darinya, sementara kelompok-kelompok keagamaan melakukan perlawanan spontan, parsial, dan deklaratif untuk menegakkan kebenaran.

Model pemikiran semacam inilah, menurut al-Maududi, yang telah melahirkan aliran-aliran politik di Barat, seperti nasionalisme, kolonialisme, imperialisme, dan seterusnya. Sedangkan Islam merupakan jalan kenabian dan pandangan para nabi terhadap manusia dan alam semesta yang menjadikan Allah sebagai Penguasa atas segala sesuatu.

Al-Maududi menegaskan, tidak ada cara untuk mendamaikan dan menyatukan jalan Jahiliyah dan jalan Islam. Aliran-aliran yang ada di Eropa, baik filsafat, politik, sosial, dan ekonomi, seluruhnya adalah aliran-aliran Jahiliyah: materialisme, nasionalisme, demokrasi, sekularisme, sosialisme, fasisme, nazisme, dan lain sebagainya. Di Barat, setelah agama ditinggalkan karena kondisi Gereja di abad pertengangan, tidak ada yang tersisa kecuali dunia.

Sains, atheisme, rasionalisme, naturalisme, dan sosialisme seluruhnya merupakan aliran yang berlandaskan penipuan dan penyesatan. Kemudian umat Muslim datang dan menjadi budak-budaknya. Di India peradaban Barat telah runtuh karena umat Muslim menyembahnya. Umat Muslim di negeri-negeri Islam harus mewaspadai penyakit tersebut. Al-Maududi berkeyakinan, bahwa walaupun peradaban Barat telah runtuh, namun Islam akan tetap hidup di hati manusia dan di dalam tradisi luhur mereka.

Upaya-upaya perbaikan dengan tahapan-tahapan dan sistem demokrasi seluruhnya ia anggap sebagai tipuan belaka, janji-janji manis untuk menipu rakyat, baik oleh kaum sekuler atau pun golongan pengikut demokrasi. Al-Maududi membagi aksi besar tersebut jihad ke dalam empat hal: pertama, menyucikan pemikiran dan mengikatnya dengan penanaman dan pengembangan. Di sini perhatian al-Maududi terfokus kepada pengajaran, pendidikan, dan penyucian peradaban.

Kedua, menyeleksi individu-individu yang saleh dan menggabungkan mereka dalam satu sistem dan mendidik mereka untuk membentuk kelompok kepemimpinan pilihan. Ketiga, berupaya melakukan perubahan sosial menyeluruh dalam agama dan dunia, tidak hanya memberikan bimbingan dan arahan. Keempat, memperbaiki hukum dan manajemen, karena perubahan sistem hukum merupakan cara untuk mencegah kerusakan di muka bumi. Kemudian kelompok pilihan tersebut sedikit demi sedikit akan berubah menjadi gerakan rakyat menyeluruh.

Gerakan ini sangat kuat dan kukuh sehingga dengan upayanya yang terus-menerus dan keras mampu merubah dasar-dasar kehidupan Jahiliyah.

Al-Maududi menekankan dakwah Islamiyah dalam tiga prinsip, yaitu: menyembah Allah, menyucikan jiwa, dan revolusi menyeluruh. Hal ini mengindikasikan anjuran bagi kelompok-kelompok keagamaan untuk merekrut dan melibatkan para pelajar. Para pelajar adalah pelopor kesadaran, mereka punya kemampuan untuk berpikir dan keahlian untuk memimpin. Para pelajar di negeri-negeri Islam, dalam kondisi-kondisi yang memperihatinkan, melihat perpecahan umat akibat imperialisme dan pengaruh peradaban Barat di dalam kebudayaan mereka.

Untuk itu, di pundak mereka terdapat tanggung jawab transformasi warisan peradaban kepada generasi-generasi mendatang. Hal ini bisa dilakukan dengan dua jalan: pertama, khusus untuk pelajar; kedua, khusus untuk pemerintah. Khusus untuk pelajar, adalah 1 mendidik mereka berlandaskan tiga prinsip Islam; prinsip tauhid, prinsip kerasulan, dan prinsip kebangkitan setelah mati, 2 pentingnya memfokuskan upaya untuk menjaga prinsip-prinsip tersebut dengan memegang teguh akhlak dan peradaban Islam dalam menghadapi kejahatan orang-orang yang menyebarkan budaya-budaya pelacuran di tengah-tengah para pemuda muslim.

Khusus untuk pemerintah, pentingnya melakukan pendidikan militer atas dasar prinsip-prinsip Islam sehingga para pemuda mampu merealisasikan tujuan-tujuan Islam. Di dalam keimanan peran perasaan dan emosi lebih dominan, sementara rasio terabaikan. Karenanya tidak ada dialog, tidak ada diskusi, yang kian menguatkan fanatisme agama. Akal manusia kerap tersesat dalam perjalanannya, pengetahuannya cacat dan tidak sempurna.

KEIMANAN ABU THALIB (Studi Komparatif Terhadap Tafsir Ibn Kasir dan Tafsir al-Mizan)

Manusia hakikatnya adalah makhluk yang bodoh karena cenderung kepada hawa nafsu. Sementara para rasul merupakan manusia paling sempurna, makhluk paling utama, karenanya mereka menjadi sumber ilmu dan pengetahuan. Jadi, kenabian merupakan jalan meraih ilmu yang benar, bukan dengan upaya keras manusiawi, tetapi dengan jalan wahyu dan ilham. Bukti kebenaran nabi adalah mukjizat. Kenabian sangat penting bagi manusia, karena manusia tidak cukup dengan dirinya sendiri.

Meskipun ia mampu mengetahui dunia, tetapi ia tidak mampu mengetahui akhiratnya. Di dalamnya tidak ada kandungan sosial yang mengikat keimanan dengan problem-problem realitas agar jiwa tidak tertutup.

Menurut al-Maududi, keimanan berhubungan erat dengan ketaatan, karena dengan keimanan orang akan taat. Setiap organisasi sosial harus berpijak pada kepercayaan kuat para anggotanya dan kepatuhan mereka terhadap pemimpin. Dalam menjalankan perintah Allah, adanya ketaatan adalah mutlak dan tanpa memperdebatkannya.

Definisi al-Maududi mengenai Islam sesuai dengan definisi yang dikenal secara umum, yaitu ketundukan dan kepasrahan.At the level of praxis, it also creates differences in policy determination.

You might also like: EBOOK ISLAMI GRATIS TERLENGKAP

Jenazahnya dikebumikan di Buffalo, tapi batu nesan peringatan dibina di Ichra di Lahore oleh pengikut setianya. Kedua, keharusan mentaati nabi dan keputusan beliau sebagai pelaksana dan wakil otoritas tertinggi pemimpin yang mutlak, Allah. Tetapi jika umat Islam mengamalkan Islam, kemenangan adalah pasti.

Hence, all activities involving economic agents in order to solve economic problems require coordination in a system called the economic system. Tumpuannya ialah Tafsir , etika, kajian sosial dan permasalahan perjuangan Islam.

The state encourages and controls every man to have the ability to struggle and work. Syariat telah menggariskan ikatan-ikatan untuk mengontrol jiwa dan mengekang hawa nafsu serta menghukumnya, sehingga alam seluruhnya dikuasai oleh syariat, segala sesuatu ada aturannya.